Fabian memperhatikan Aurora dari ujung kepala sampai rambut, dia memakai baju dan sepatu pilihannya bersama Fabian. Tentu saja, Fabian mengingatnya. Karena, penampilan Aurora hari ini berbeda. Dia tampak dewasa dan feminin, tidak seperti penampilan biasa yang kasual ala anak kuliahan. "Pak Fabian memanggil Rora?" Dia bertanya lirih. Memanggilnya dengan sebutan bapak lagi karena ada Idris. Fabian meminta Idris keluar ruangan, membiarkan dia berduaan dengan Aurora. Idris mengerti, dia meninggalkan Fabian dan Aurora bersama di dalam ruangan. Fabian berdiri dari kursinya. "Kenapa nggak bilang kalau udah datang ke kantor?" tanya Fabian. Dia ingin menanyakan soal pesan yang terhapus, tapi, diurungkan. Aurora tampak lelah. "Kenapa?" Aurora balik bertanya. "Hanya bertanya." "Siapa tah

