Sesal. Setidaknya itulah yang terjadi saat keputusan diambil dalam keadaan emosi. . Udara malam terasa mulai menusuk. Jam dinding di dalam kamarnya telah menunjukkan waktu hampir pukul 12 malam. Sambil memeluk tubuh, Gita masih berdiri di balkon dengan perasaan gelisah. Ia menatap lekat ke halaman rumah. Sesekali tatapan itu beralih ke ujung jalan. Lengang dan hening. . Bayangan rimbun pepohonan di tepi jalan terlihat seram hingga membuat suasana kian mencekam. Gita menghela napas panjang. Sepertinya tak ada tanda suaminya akan kembali malam ini. Tanpa disadari setitik bening menyeruak begitu saja dari sudut matanya seiring rasa sesal yang perlahan mulai mengalahkan ego. Reflek ditatapnya koper yang masih berdiri di sudut kamar. Andai saja tadi ia tidak mengancam akan pergi. An

