Gita menyeret koper ke ruang tengah. Di sana barang-barang bawaan Ayah dan Ibunya telah tersusun rapi. Hanya tas pakaian mereka dan beberapa oleh-oleh untuk keluarga kecil mereka nantinya. Kepala gadis itu masih terasa sedikit pusing karena begadang, ia hanya tertidur beberapa jam setelah sholat Isya. Akibat peristiwa tadi malam ia baru tertidur lagi habis Subuh. Gadis itu menoleh ke kamar Pram. Belum ada tanda-tanda jika penghuninya telah bangun. Gita menatap jam tangannya, 8.00 pagi. “Kenapa tidak dibangunkan saja? Mungkin Nak Pram tertidur," ujar sang ibu tatkala melihat gadis itu mondar-mandir di depan kamar Pram. Untung saja Ayah dan Ibunya tidak mempertanyakan kenapa Pram kesiangan, tidak seperti biasanya. Pria itu selalu bangun subuh dan berolahraga. Walau hanya kadang sekedar

