Aldo melirik gadis itu. Sejak meninggalkan lokasi pesta wajah Gita terlihat murung. Ya. Aldo mengerti sekali apa penyebabnya. Hanya saja untuk saat ini ia tidak ingin bertanya karena pikirannya juga tertuju pada Raline. "Kak?" Tiba-tiba gadis di sebelahnya itu buka suara. "Ya?" "Aku boleh nanya sesuatu?" "Tentang?" Tentu saja itu hanya jawaban basa basi. Apa lagi yang akan gadis itu bahas kalau bukan tentang Pram? Bukankah memang pria itu yang jadi penyebab kegalauannya? Gita menatap Aldo sekilas, kemudian tatapan itu kembali ke lurus ke depan. "Kenapa gak bilang kalau kalian kenal?" Aldo menarik napas panjang, lalu membuangnya perlahan. "Kalau seandainya aku bilang dulu, apa kamu tetap mau diajak?" Gadis itu tidak serta merta menjawab. Ia malah membuang tatap keluar jendela.

