"Apa saja yang Kak Pram tahu tentang kalian?" Raline menatap Aldo datar. Gadis itu lantas menyeruput minuman dingin yang baru saja diantar pramusaji ke meja mereka. Rasa dingin yang menjalar ke tenggorokan, setidaknya mampu mendinginkan otak di kepalanya yang terasa seperti terbakar. Melihat kedekatan kekasihnya itu dengan gadis yang matanya masih keliatan sembab tadi, entah kenapa Raline merasa ada sesuatu hubungan yang istimewa di antara mereka. Tapi hubungan seperti apa? Sejujurnya ia tidak ingin menebak. Apa lagi sampai berprasangka. Terlepas dari pertikaian mereka tempo hari, sejauh ini ia masih percaya akan kesetiaan Aldo. Pria itu menghentikan suapan. Membalas tatapan Raline dengan dahi mengernyit. Kenapa malah ia yang seolah dihakimi? "Harusnya aku yang bertanya, apa saja y

