Gita terbangun karena suara adzan Maghrib berkumandang. Tubuhnya lumayan segar setelah bangun tidur, karena selama dua hari bolak balik ke rumah sakit membuat waktu istirahatnya benar-benar berkurang. Gadis itu membuka ponsel untuk melihat pesan ataupun panggilan masuk, siapa tahu ada yang menghubungi pada saat tadi ia tidur. Nihil. Setelah mandi, sholat maghrib, ia pun berencana kembali ke rumah sakit. Sebelum berangkat ia menyeduh satu bungkus mie instant, sudah tiga hari ini selera makannya hilang. Sepertinya saat ini mie instant cukup menggugah selera. Selesai makan dan berbenah, Gita pun berangkat. Sekarang di sini lah ia, lobby rumah sakit. Gita melangkahkan kaki dengan cepat menuju ruangan tempat Pram dirawat. Ruangannya sepi, tak ada siapa pun di sana. Pram masih tertidur sa

