Gita mondar-mandir di ruang tengah. Matanya berkali-kali melirik jam antik yang berdiri gagah di sudut ruangan. Tingginya hampir sama dengan lemari pajang. Lonceng jam tersebut bergoyang pelan mengikuti setiap detik yang berlalu. Dan berdentang 10 kali ketika jarum pendek berhenti tepat di angka 10 tepat, sementara jarum panjang di angka 12.00. Wanita itu meringis menahan nyeri yang tiba-tiba menyerang perutnya. Kegelisahan Gita makin memuncak. Suami yang ditunggu belum juga memperlihatkan batang hidungnya. Salah Gita juga sih, ia sama sekali tidak memberi tahu bahwa sepertinya ia akan melahirkan. Gita hanya menanyakan apakah Pram sudah mau pulang atau belum. Dan ketika Pram bilang tengah bersiap-siap, Gita pun menutup panggilannya. "Mas, kenapa belum nyampe juga sih," desisnya. Ditata

