Tamu Tak Diundang

1909 Kata

Pintu terbuka. Dahi Pram mengernyit saat melihat sosok tak dikenal berdiri di depan pintu rumahnya. Seorang gadis berambut pirang yang dibiarkan tergerai hingga punggung. Iris mata gadis yang tengah menatapnya itu biru. Cantik. Siapa pun pasti akan sepakat untuk itu. Entah kenapa saat menatapnya, Pram merasa tidak asing dengan sorot mata tersebut. Tapi siapa? Pram berusaha mengingat-ingat. Namun tak seorang kenalan pun yang terlintas di benaknya. "Cari siapa?" Hanya kalimat itu yang meluncur datar dari bibir Pram. "Aksel. Tuan Aksel," sahut sang gadis dengan logat bahasa Inggris yang kental. Ia menatap selembar kertas di tangannya. Lalu tatapan itu beralih pada nomor rumah yang terpasang di dinding bagian kanan pintu kiri pintu masuk. Seolah memastikan apakah alamat yang ia tuj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN