Gita meletakkan Baby Ammar di box begitu sang bayi pulas setelah minum ASI. Sesaat ia hanya terpaku menatap wajah yang kian hari kian mewarisi hampir dua pertiga dari raut wajah tampan sang ayah. Dua lelaki kesayangannya itu bagai pinang dibelah kampak. Kembar beda usia, kata Gita. Wajah yang setiap hari kian menjadi candu baginya. Betapa sekarang hidupnya berubah secara signifikan. Jika dulu ruang kantor adalah tempat favorit baginya melewatkan hari, kini Gita lebih nyaman menghabiskan waktunya bersama Baby Ammar. Ia benar-benar tengah menikmati peran sebagai seorang ibu. Betapa ia rela begadang tiap malam demi memastikan sang anak mendapatkan ASI yang cukup. Ia rela menjadi gendut karena porsi makannya yang meningkat dua kali lipat, supaya air susunya bisa lancar dan sang putra tidak

