CSLY 29

1485 Kata

Semilir angin sore yang terasa semakin sejuk setelah diguyur hujan mampu menggoyahkan helai demi helai rambut Natya. Membuatnya lantas mengeratkan cardigan ketika dingin udara membelai kulit yang terbuka. Meski tak henti memandang hamparan rumput hijau nan luas disekitar danau. Dengan pepohonan tinggi menambah rindang kawasan tempatnya menghibur lara kali ini. Restoran terbuka di tengah kumpulan pohon-pohon pinus yang akan menjadi tempat makan malam Natya sepi pengunjung. Justru semakin mendukung untuk kembali memikirkan seluruh hal yang baru saja dilewati. Menambah pula kesedihan dalam diri. Natya masih mengingat jelas, respon Ibu dan Ayah langsung mempercayainya siang itu. Setelah menjelaskan bahwa ia kembali bertemu dengan seorang teman lama, hingga lupa waktu ketika asik mengobrol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN