Ilham menetralkan degub jantungnya yang menggila ketika baru saja menginjakkan kaki di teras depan rumah orang tua Natya. Berkali-kali mengembuskan napas bersamaan dengan mengumpulkan keberanian untuk kembali menemui Natya. Sekaligus sangat ingin tahu tanggapan dari kedua orang tuanya. Terkesan jahat dan tidak memiliki hati, sebenarnya Ilham berkali-kali mempertimbangkan kedatangannya hari ini. Sambil mengulas senyum simpul, akhirnya memberanikan untuk mengetuk daun pintu tersebut. Terlihat Yuliana yang membukakan pintu, langsung menyambut Ilham dengan senyuman senang. "Nak Ilham, silakan masuk!" mempersilahkan untuk duduk di dalam. Hati Ilham lantas tercubit melihat Ibunda Natya masih mau menerima bahkan tersenyum untuknya. Napas Ilham pun tertahan mengingat Natya pasti menyembunyik

