Hari ini Natya kembali bekerja setelah cuti yang ditawarkan sekaligus disetujui oleh Ilham. Ketika langkahnya mulai memasuki lobby kantor, Natya harus kembali merelakan setelah teringat akan rencana resignnya dalam satu bulan ke depan. Libur empat hari saja sudah merindukan kantor ini. Ia masih tidak bisa membayangkan jika benar-benar lepas dari sini nanti. "Hei, Mbak Natya!" Natya langsung disambut oleh Sarah ketika sampai di depan lift. Belum sempat membalas, tubuh Natya sedikit limbung karena Sarah lantas memeluknya. "I miss you... Kenapa sih mendadak cuti?" Sarah masih merangkul pinggang Natya, seraya mengerucutkan bibir. Natya tertawa singkat sambil mengedikkan bahu. "Tiba-tiba mau liburan jadi ambil cuti." Sarah menegakkan tubuh, mengamati Natya sambil tersenyum. "Tapi

