"Mbak Natya memang terbaik!" Sarah kembali memuji ketika Natya menyetujui makan siang di tempat pilihannya. "Demi kamu nih, rela kena macet lampu merah," gerutu Natya, tetapi tidak kesal ataupun sebal kepada Sarah. "Thank you, Mbak..." ucap Sarah tidak bisa menghilangkan senyum. "Biar aku yang pesan. Mbak Natya kayak biasa, 'kan?" bertanya seakan hafal dengan menu kesukaan rekannya. Natya hanya mengangguk singkat. "Yaudah, Mbak, kamu cari tempat duduk!" Sarah begitu bersemangat ketika meninggalkan Natya, menuju ke counter pemesanan. Tidak membantah, Natya benar-benar mengikuti permintaan Sarah untuk memilih meja yang akan ditempati keduanya. Setelah memutuskan tempat, dan baru saja duduk untuk menanti kedatangan Sarah kembali, pundak Natya di tepuk pelan. "Natya?" Yang d

