CSLY 39

1052 Kata

Di lorong ruang operasi Natya duduk menunduk termenung. Sesak kesedihan dalam diri seolah menahan tidak lepas menenangkan begitu saja. Meskipun Ilham langsung mendapatkan penanganan intensif. Juga belum bisa sekalipun menghela napas lega. Air mata Natya masih mengalir otomatis sulit terhenti, jika mengingat atau terbayang tubuh Ilham tergeletak tak berdaya. Natya meremas jemari yang saling terkait satu sama lain. Tetap tidak henti memohon dalam hati agar Ilham dapat diselamatkan oleh Dokter yang menangani. Pasalnya, Ilham masih tidak sadarkan diri semenjak tertabrak tadi, menambah rasa ketakutannya. Derap langkah terdengar beriringan di sepanjang lorong menuju ruang operasi yang tersekat tembok. Berhasil menyadarkan Natya dalam lamunan. Ia mengangkat wajah sembabnya yang sedari tadi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN