“Bim, kamu sedang apa lama sekali di dalam? Kebelet apa tidur?” tanya seseorang di luar pintu sambil berteriak, Bimo yakin kalau yang memanggilnya di luar adalah seseorang yang telah membuat gadis pujaannya saat ini pergi. ‘Tuh kan, apa aku bilang. Orangnya pasti ke sini buat mastiin aku nggak kabur. Hufth, baiklah aku harus keluar, yang pasti aku sudah mengirim pesan untuk Aleyra, nanti aku akan mengatur waktu untuk bisa berbicara lagi dengannya.’ “Iya, Pah. Aku akan segera keluar,” teriak Bimo, lalu dia membuka pintu. Hengky masih berdiri di depan pintu dengan memenyilangkan tangan di depan dadanya sambil menyandarkan bahu di tembok. “Papah kenapa lihatin aku kayak begitu?” tanya Bimo berhenti di depan pintu karena melihat Hengky menatapnya dengan tatapan menyelidik. “Papah nggak per

