Mentari pagi enggan menampakkan kecantikannya, cuaca sedang tidak cerah. Awan-awan berubah warna menjadi gelap, seolah merasakan suasana hati Bimo yang hendak pergi meninggalkan kota ini untuk melanjutkan kuliah di Jakarta. Ada perasaan tak karuan di hatinya. Dia tak ingin meninggalkan sebagian hatinya di kota ini. Tapi tekadnya untuk membuktikan pada papanya bahwa dia bisa menjadi anak yang dibanggakan dan juga meneruskan perusahaan harus terwujud. Dia dan Aleyra juga sudah berjanji bahwa mereka akan mengejar apa yang mereka cita-citakan lalu bertemu untuk bersatu. Bimo berdiri di kamarnya sambil membawa koper. Memandangi setiap sudut kamar, berusaha ber-say good bye pada ruangan yang empat bulan ini menjadi tempat peristirahatan ternyamannya di kota ini. Tok tok tok "Bim, ayo. Papamu s

