“Christa, aku ingin membicarakan sebuah hal penting sama kamu.” David bicara setelah keduanya selesai makan malam. Sang istri yang baru saja selesai membersihkan piring, langsung duduk menghadap suaminya. Dia tahu, sepertinya ini adalah pembicaraan yang serius. “Ada apa, Dave?” tanya Christa sambil memasang wajah penuh perhatian. David kemudian mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit. Tanpa ragu, dia langsung memberi kartu itu kepada Christa. “I- ini buat apa, Dave?” Christa agak terkejut. Dia lumayan seneng sih, karena David sepertinya memberi dia jatah uang belanja. Itulah yang dia pikirkan. “Ini untuk belanja kebutuhan rumah dan bayar listrik. Aku mau kita berbagi tugas dan aku kasih limit sesuai pengeluaran yang sudah saya berhitungkan. Ini bukan untuk belanja main

