-- Mika tidak mampu sadar sepenuhnya karena kepalanya yang pening, tubuh terasa panas terbakar sekaligus menggigil kedinginan. Belum lagi nyeri di pergelangan kakinya. Semuanya bagaikan siluet mimpi yang menggelisahkan. Ia mendengar suara cemas Ina memanggilnya, ketika ia membuka mata, wajah Ina bergerak dan berbayang dalam pandangannya, bagaikan amoeba yang membelah diri menjadi tiga bagian. Membuatnya semakin pusing dan mual. Berikutnya setiap kali ia membuka mata, ia melihat banyak sosok. Apakah ia sedang bermimpi? Ia melihat Nadia, suara-suara Nadia teredam dalam gendang telinganya. Ia juga melihat dr. Laurie dan Fleur beserta anak-anak mereka. Ia juga melihat Elin yang memandang marah kepadanya, bajunya masih kotor dengan tumpahan kopi. Kemudian sosok Faisal yang bagai tengkorak

