16

1718 Kata

-- Mika memaksakan diri untuk membersihkan diri. Air hangat terasa dingin pada tubuhnya, ia menggigil. Kemudian mandi secepat-cepatnya. Sebenarnya tubuhnya masih agak panas dari derajat suhu normal. Tapi dia sudah tidak tahan lagi karena merasa tubuhnya begitu lengket. Pening di kepalanya juga hanya menyisakan nyeri. Pemandangan tidak lagi bergoyang dalam pandangannya. Ia sangat yakin setelah makan siang dan minum obat resep dari Laurie, dia akan kembali sehat wal'afiat. Mika menyisir rambutnya, kamarnya yang hening cukup menenangkannya. Semoga saja tidak ada yang mampir menjenguknya lagi. Setelah Laurie datang, Nadia menyusul datang dan dengan raut wajah cemas. Ia tidak mengerti mengapa Nadia begitu mencemaskannya seolah ia akan mati saja. Berbeda dengan Lenka yang hanya datang sebenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN