28

1827 Kata

"Mika?" Seseorang menepuk lembut sebelah pipinya. Namun rasa kantuk masih mencoba menahan kesadarannya, ia masih ingin terlelap lebih lama. "Mika?" Suara wanita itu kembali memanggilnya dengan lembut. Agak kesal, ia berusaha meninggalkan rasa nyaman itu dan mencoba membuka mata. Ia mengerjapkan mata. Setelah pandangannya terkondisikan, ia melihat Nias tersenyum kepadanya. "Nias!" Mika pun tersadar sepenuhnya. Sesaat ia kebingungan ketika Nias membantunya keluar dari mobil. Bagaimana dan mengapa ia bisa sampai berada di sana belum dapat ia cerna dengan baik. Dan ketika ia melihat seorang pria yang ia kenal menarik keluar koper dari jok belakang, seketika saja otaknya seperti berdering. Mengingatkannya pada kamarnya yang dipenuhi kertas pengusiran dengan tinta merah. Mengingatkannya pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN