Bab 92

1804 Kata

Melodi memandangi ponselnya dengan gusar. Dia yang mengirim pesan namun dia sendiri yang takut untuk membukanya. Melodi mengumpulkan keberaniannya untuk membuka pesan itu dan tanpa menatap ponselnya secara langsung, Melodi membuka pesan itu.   Putri : Satu jam lagi kita bertemu.   Apakah ini keputusan yang tepat? Melodi menghela napas berat. Dia sudah memutuskan ini, dia harus cepat-cepat memberikan balasan.   Melodi : Oke, satu jam lagi ya Mbak.   Melodi memasukkan ponselnya ke dalam tas. Dia tidak boleh ragu lagi. Melodi mencoba menyunggingkan senyumannya. Dia harus terlihat baik-baik saja sekarang.   “Ayo kita ke ruangan Arwin.”   Kantung bekal yang tepat berada di sampingnya segera berpindah ke tangan Melodi. Dia membawanya keluar menuju si pemilik yang seharusnya. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN