Bab 41

1800 Kata

Mereka berdua duduk di tengah-tengah hamparan bunga lupin. Duduk termenung memandangi senja. Warna jingga yang terpancar dari matahari yang tenggelam membuat semuanya tampak semakin terlihat cantik. Tanpa terasa mereka sudah berada di danau Tekapo hingga matahari akan tenggelam. Angin yang berhembus cukup kencang tiba-tiba datang menerpa dan Arwin entah kenapa menoleh ke arah Melodi.   Melodi yang mencoba merapikan rambutnya itu tiba-tiba menoleh ke arah Arwin karena merasa dipandangi. “Apakah rambutku berantakan?” tanya Melodi karena dia yakin bahwa rambutnya sekarang tampak lucu karena Arwin memandanginya.   Anggukan pelan Arwin berikan sebagai jawabannya dan tangan kokoh itu terulur ke rambut Melodi yang sebenarnya tidak berantakan. Arwin terpukau dengan wajah Melodi yang dimandikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN