Bab 56

1738 Kata

Arwin tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Seperti manusia kebanyakan, tangan Arwin sibuk mencari ponsel yang dia sendiri lupa taruh di mana. Ketika mendapatkannya, cahaya terang ponsel membuat Arwin memicingkan matanya. Ketika sudah terbiasa, barulah Arwin sadar jika ini baru jam sebelas malam.   Arwin tidak menyangka dirinya akan jatuh tertidur seperti ini. Sekarang tenggorokannya terasa sangat kering sekali dan tidak ada sisa air minum di atas nakas. Mau tidak mau hal ini membuat Arwin harus pergi ke dapur.   Tiba di depan tangga Arwin menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah kamar Melodi. Pintu kamar itu tertutup rapat sejak terakhir kali mereka bicara. Memaksa berbicara pada seseorang yang baru saja marah bukanlah hal yang bagus. Mungkin besok pagi Arwin harus meminta maaf agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN