Bab 54

1685 Kata

“Ini buat aku?”   “Ya, makanlah.”   Nasi goreng yang ada di atas meja makan itu membuat Melodi memandangi Arwin curiga. Ada apa dengan Arwin? Kenapa dia tiba-tiba membuatkannya nasi goreng?   “Dalam rangka apa?” tanyanya. Perlahan Melodi mendekatkan hidungnya ke arah nasi goreng dan mencium aroma yang enak dari sana.   “Karena kelebihan.”   “Oh, oke.” Jika Arwin sudah mengatakan itu, tidak ada alasan lain bagi Melodi untuk tidak memakan nasi goreng buatan Arwin itu.   Melodi mengambil nampan dan menaruh nasi goreng itu di sana, tak lupa Melodi mengambil air. Melodi akan memakan ini di kamarnya.   “Kamu mau ke mana?”   Suara itu sukses menghentikan langkah Melodi. Dia berbalik dan menghadap Arwin yang duduk menikmati kopi paginya.   “Aku mau ke kamar.”   “Tidakkah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN