Bab 81

1663 Kata

“Lama banget.” Melodi menyandarkan kepalanya. Rasanya sudah lama sekali dia di dalam mobil dan Melodi sudah ingin keluar saja rasanya.   “Sebentar lagi sampai. Ini juga karena pantai yang lain terlalu ramai.”   “Iyakah?” Melodi menguap lebar, baru saja mulutnya hendak tertutup dia melirik ke arah Arwin yang ternyata tengah melirik ke arahnya juga.   “Jangan memandangiku saat tengah menguap!” Melodi memilih membuang pandangannya. Apa tadi dia menguap seperti kuda nil? Kenapa Arwin tidak meliriknya saat lagi cantik-cantiknya saja sih.   “Andai saja tadi aku bisa merekamnya.”   Melodi mengambil permen yang ada di depannya dan melemparnya ke arah Arwin. “Kalau berani aja, aku laporin ke Ayah!”   “Eh?” Arwin sontak tertawa mendengar ucapan Melodi. “Ternyata kamu sekarang sudah bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN