Melodi menyandarkan tubuhnya di jendela kamar. Ponsel yang ada di depannya masih terus mendengarkan bunyi panggilan yang tak kunjung diangkat. Setelah menunggu dengan tidak sabarannya, panggilannya akhirnya dijawab. “Lama nunggu ya? Maaf tadi Mbak lagi di kamar mandi.” “Enggak kok Mbak, santai aja.” Bunyi riak air yang terdengar dari bawah membuat Melodi menoleh ke arah samping jendela dan mendapati Arwin tengah berenang. “... Mel?” “Mbak bilang apa?” ulang Melodi karena sama sekali tidak mendengar apa yang Putri baru saja katakan. Akhir-akhir ini Melodi sadar jika fokusnya sangat buruk, apalagi jika itu sudah menyangkut Arwin. “Kabar kamu gimana? Kok akhir-akhir ini susah dihubungi, padahal hari libur loh.” “Baik kok Mbak, akhir-akhir ini aku emang sibuk belaj

