Jemari Melodi mengetuk pinggiran pintu mobil yang berjalan membawanya. Dia melirik Arwin dari kaca jendela. Dia menghela napas kesal. “Sudah kukatakan dengan jelas bukan jika di rumah itu jangan sampai bertelanjang d**a. Apalagi sampai hanya memakai boxer aja,” ucap Melodi memecah keheningan yang terjadi di antara mereka. “Itu sudah terjadi beberapa saat yang lalu.” “Tapi aku masih kesal.” Melodi membenarkan duduknya agar bisa melihat Arwin dengan jelas. “Peraturan yang kita buat bahkan sangat jelas dan mudah diingat,” ucap Melodi frustrasi. “Biasanya kamu tidak bangun sepagi itu.” “Jadi setiap bangun pagi kamu berpakaian seperti itu?” Arwin tampak ragu sebelum akhirnya dia mengangguk. “Kamu tidur dengan cara seperti itu juga?” tanya Melodi sekali lagi.

