Seluruh tubuh Melodi serasa lemas, bahkan Melodi yakin kalau kakinya tidak kuat untuk berdiri lebih lama lagi. Di balik pintu kamarnya, Melodi memegangi jantungnya yang masih terasa berdebar-debar. Ada apa dengan dirinya? Kenapa dia bisa sesenang ini? Mata Melodi mulai terpejam seiring dia mengambil satu tarikan napas panjang dan mata itu seketika terbuka karena Melodi melihat sosok Arwin dalam pikirannya. Sosok Arwin itu tersenyum manis ke arahnya, terlalu manis hingga membuat Melodi kaget. Apa yang baru saja dia lihat? Kenapa ada wajah Arwin dikepalanya? Kenapa sekarang dia membayangkan Arwin?!!! “Tentu saja karena aku sudah mengantuk,” jawab Melodi yang mencoba menyakinkan dirinya. Sebelum tidur, Melodi terlebih dahulu membersihkan wajahnya di kamar mandi. Namun ada ya

