Sejak Rendi menelepon dan menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit, Melodi merasa jika ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Perasaan takut itu langsung menghampirinya. Mencoba untuk berpikir positif pun rasanya sia-sia karena tempat yang Rendi suruh dia datangi adalah rumah sakit. “Semoga Arwin baik-baik saja,” gumam Melodi terus menerus. Perasaan tidak menentu itu terus-terusan menghantui Melodi sepanjang perjalanan. Semakin dekat dengan rumah sakit, Melodi merasa semakin khawatir. Dia takut Arwin sampai kenapa-kenapa. Sampai di rumah sakit central, Melodi langsung mencari tempat parkir. Dia memarkirkan mobilnya di pojokan. Tempat yang sangat sepi, dan sepertinya hanya ada Melodi di sini. Melodi mencoba menenangkan dirinya sebelum dia mencoba untuk menelepon Rendi karena setelah telepon

