Bab 52

1681 Kata

“Tumben kamu keluar pagi.” Arwin masuk ke dalam dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil s**u.   “Ya, begitulah.” Melodi mencium aroma nasi goreng yang dibuatnya. Aroma lezat itu membuatnya merasa semakin lapar.   Arwin berdiri tepat di samping Melodi, dia hendak menghangatkan s**u yang dingin.   “Tunggu aku selesai.” Tangan Melodi dengan cepat mengambil piring bersih di dekat Arwin. Dia menuang semua nasi goreng di piring kosongnya itu. “Sekarang giliranmu,” ucapnya sambil berlalu meninggalkan Arwin.   Arwin memperhatikan Melodi dalam diam. Melodi pagi ini terlihat cerah sekali, apa ini karena dia tidak pernah melihat Melodi selama beberapa saat ini? Selain terlihat semakin cerah, Melodi juga tidak langsung masuk ke dalam kamarnya. Melihat tingkah Melodi yang seperti ini, apa Arw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN