Pukul tujuh malam lewat dua puluh menit, akhirnya Selena sampai di restoran yang telah dipesan oleh Jhonatan. Baru saja memasuki ruangan, ia telah didatangi kepala pramusaji dan diarahkan untuk ikut bersama ke salah satu sisi yang sudah terlihat siluet punggung seorang lelaki. Mendesahkan napas, semakin dekat, Selena lantas tersenyum dan menyapa Jhonatan, sang pria menolehkan kepala dan berdiri menyambutnya. Laki-laki itu terlihat agak berbeda, lebih rapi dengan setelan suit hitam yang dikenakan. "Hai! Duduklah," ujar Jhonatan. "Kau lama menungguku? Terima kasih." Kepala lelaki itu menggeleng. "Tidak, aku juga baru datang. Walau sempat menunggu beberapa saat, bukannya tanpamu dunia jadi lebih lambat?" Selena memutar bola matanya, sedangkan Jhonatan malah tertawa kecil karena be

