23. Penyelesaian

1472 Kata

Embusan angin mengingatkan mereka untuk masuk, malam semakin larut dan mereka membutuhkan tidur agar bisa bangun di pagi hari. Namun, Selena tidak dibiarkan menginjak tanah. Ia diangkat dan berada di dalam gendongan Andrew. Mereka masuk, dan menaiki tangga. Seperti seorang putri di dalam gendongan pangeran. Saat itu juga, Selena memandangi wajah sang lelaki, terutama warna mata Andrew yang menurutnya sangat menawan, seindah batu emerald. Namun, ia juga merasa agak sungkan, merasa tubuhnya tidak selangsing ketika pertama kali menaiki tangga dengan berada di dalam dekapan Andrew. “Ah, aku rasa, berat badanku telah bertambah. Kau tidak apa?” tanya tidak enak hati. Ia diam-diam menggigit bibir, canggung karena lelaki itu merasakan berat tubuhnya. Yang diajak berbicara hanya diam, terus me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN