Melihat Quintessa hanya diam mematung tanpa melakukan apa-apa, Gallen jadi sebal. Dia pun bertanya, "Kau melamun lagi? Jangan buat aku marah karena kau terlalu banyak melamun!" Gadis itu menoleh sambil berdecak sebal. "Siapa yang melamun, hah?!" Quintessa lantas mengambil benda yang membuatnya terpaku selama beberapa saat. Menunjukkannya pada Gallen. Membuat lelaki itu sama terkejutnya dengan Quintessa. "Kenapa bisa di situ?" tanyanya cepat sembari mendekat. Gadis berambut pirang menyahut ketus, "Mana kutahu. Waktu membuka laci, handuknya sudah ada di situ." Gallen pun menyambarnya. Dalam sekali sentuhan, dia tahu kalau itu miliknya. "Berhubung kamu sudah sampai sini, ambil sendiri pena dan kertasnya. Bye," ucap Quintessa seraya beranjak pergi. Meninggalkan Gallen yang terlihat kesal

