Bab.15 Tiga Bulan Kemudian

1639 Kata

Tiga bulan berlalu sejak kabar bahagia itu. Rumah kecil di Semarang kini semakin terasa hidup. Di dindingnya sudah tergantung kalender bertanda merah di bulan-bulan mendatang, hari-hari kontrol kandungan Nayla yang semakin rutin. Pagi itu, sinar matahari masuk lembut melalui jendela ruang tamu. Aroma minyak kayu putih bercampur dengan wangi s**u hangat. Nayla duduk bersandar di sofa, memegangi perutnya yang kini mulai membulat sempurna. Nafasnya agak berat, wajahnya pucat, namun senyum tetap menghiasi bibirnya setiap kali janin di dalamnya bergerak pelan. Rafa baru saja selesai mengimami shalat Subuh di masjid komplek. Ia masuk ke rumah dengan langkah pelan, membawa sebungkus roti gandum dan s**u kedelai hangat. “Sayang, kamu udah minum vitaminnya?” tanyanya sambil menaruh belanjaan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN