Meskipun masih dalam keadaan bingung. Jessica tetap menuruti apa yang Samudera mau dengan mengantarkan Samudera ke tempat syutingnya.
"Kau tidak mau turun?" tanya Samudera pada Jessica, karena setelah Samudera turun dari mobil Jessica. Jessica malah masih diam di sana.
"Turun?" tanya Jessica lebih bingung. Karena Jessica pikir dia hanya perlu mengatakan Samudera ke tempat kerjanya. Bukan ikut turun bersama pria muda itu.
"Mau apa aku ikut turun dengan mu?" tanya Jessica.
Samudera yang sudah berdiri di samping mobil tempat Jessica duduk, menatap wanita cantik itu dengan tajam."Kau harus ikut turun dan menungguku sampai pekerjaanku selesai. Karena setelah itu kau harus mengantarkan aku pulang," ucap Samudera.
"Samudera, aku_"
"Ayolah Jessica! Kau harus ikut turun dan menungguku didalam, karena aku tidak ada kendaraan untuk pulang setelah motor_"
"Oke! Oke aku akan ikut turun dan menunggumu di dalam. Tapi hanya hari ini," ucap Jessica kesal. Tapi saat Jessica ingat jika dia sudah menabrak motor Samudera hingga rusak, Jessica jadi merasa bersalah, meskipun sedikit heran dengan Samudera. Karena tidak mungkin artis sekelas Samudera tidak memiliki kendaraan lain untuk dia pakai bekerja.
"Kenapa?" Samudera bertanya karena Jessica terlihat kesal dan terpaksa turun dari dalam mobil.
"Kau masih bertanya?" tanya balik Jessica pada Samudera.
"Oh... kai tidak suka? Kau tidak ikhlas mengantarkan aku?"
Jessica sampai menghela nafas dalam mendengar pertanyaan Samudera. Karena seharusnya seharusnya tidak perlu bertanya dengan perasannya. Sebab kalau boleh memilih Jessica tidak akan mau mengantarkan Samudera dan juga menunggu Samudera saat bekerja. Tapi sekali lagi, Jessica merasa bersalah dan harus bertanggung jawab atas kerusakan motor Samudera karenanya.
Meskipun terpksa Jessica akhirnya ikut masuk ke dalam studio bersama dengan Samudera, dan rupanya hari ini adalah jadwal Samudera untuk pemotretan untuk brand pakaian ternama.
Awalnya Jessica merasa bosan saat menunnggu Samudera yang sedang dirias dan berganti pakaian. Tapi setelah Jessica melihat Samudera yang bekerja dengan sangat profesional, Jessica jadi kagum pada pemuda itu.
"Buka dua kancing kemeja mu, dan tunjukkan pose menggoda. Bayangkan kalau kau sedang mencari perhatian dari seorang wanita yang sudah lama kau suka," ucap fotografer mengarahkan Samudera.
Samudera yang di minta untuk membayangkan kalau dia sedang mencari perhatian dari seorang wanita yang dia suka, malah menatap Jessica dengan tatapan yang begitu tajam. Hingga membuat Jessica yang ditatap salah tingkah, apa lagi saat fotografer dan beberapa orang yang ada di studio kecil itu ikut melihat ke arahnya.
Narasi:
Jessica berdiri di sudut studio, mencoba tetap tenang sambil memerhatikan sesi pemotretan. Dia tidak ingin menarik perhatian. Studio penuh dengan lampu-lampu terang, suara kamera yang terus berbunyi, dan kru yang sibuk mengatur segalanya. Namun, semua terasa melambat ketika fotografer memberikan instruksi berikutnya.
"Samudera, tatapanmu harus lebih intens. Pikirkan seperti sedang menggoda seseorang," ujar sang fotografer, sambil mengarahkan kameranya.
Jessica menundukkan pandangannya, berusaha tidak terlihat, tapi saat dia mengangkat kepala lagi, matanya langsung bertemu dengan tatapan Samudera.
Samudera tidak menatap kamera. Dia menatapnya. Jessica.
Dada Jessica terasa seperti dihantam keras, detak jantungnya menggema di telinganya. Tatapan Samudera begitu intens, penuh makna, hingga seolah-olah semua orang di studio menyadari apa yang sedang terjadi. Satu per satu, kepala mereka menoleh ke arah Jessica, mengikuti arah pandang Samudera.
"Samudera, tatap ke kamera. Lebih dalam, lebih menggoda. Seperti kau sedang menggoda seorang gadis" ucap fotografer mengarahkan Samudera.
Samudera tersenyum tipis, matanya justru beralih dari kamera ke arah Jessica.
"Samudera tolong, jangan menatapku ku seperti itu... Kenapa dia menatapku? Semua orang jadi melihat ke arahku sekarang! ucap Jessica dalam hati.
"Fokus ke kamera, Samudera! anggap kamera yang ada di depanmu adalah wanita yang sudah lama kau suka. Bukan malah melihat ke arah lain,"
Fotografer melirik sekilas ke arah yang Jessica, lalu memalingkan pandangannya sambil tersenyum kecil. Karena apa yang di lakukan Samudera berhasil membuat wajah Jessica memerah entah karena malu, atau dia jadi salah tingkah setelah digoda samudera.
"Lihat ke kamera, Samudera! Bukan ke arah Jessica. Ingat fokus ke kamera." intruksi fotografer karena Samudera malah kembali menatap Jessica.
Samudera malah tersenyum dan masih menatap Jessica, dengan nada santai Samudera berkata didepan smua orang, "Tapi inspirasinya di sana."
Mendengar jawaban Samudera, Jessica kaget, berbisik pada dirinya sendiri "Apa maksudnya?" tanya Jessica dalam hati.
Tidak terasa pemotretan Samudera akhirnya selesai meskipun sepanjang pemotretan Samudera tidak berhenti menggoda Jessica, bahkan Samudera sama sekali tidak sungkan untuk merayu Jessica di depan banyak orang. Hingga membuat Jessica kesal pada Samudera.
"Hei! kenapa kau cemberut?" tanya Samudera pada Jessica saat mereka sudah dalam perjalanan untuk pulang, lebih tepatnya perjalanan menuju rumah Samudera, karena Samudera kembali memaksa Jessica untuk mengantarkannya. Jessica sudah menolak tapi Samudera kembali membahas soal motor besarnya yang tadi di tabrak Jessica hingga mau tidak mau dosen cantik itu kembali menghantarkan Samudera.