bc

Pelayan Se(x) Sang CEO

book_age18+
15
IKUTI
1K
BACA
dark
love-triangle
family
friends to lovers
boss
heir/heiress
blue collar
drama
bxg
city
affair
like
intro-logo
Uraian

(Perhatian Novel ini khusus dewasa, mengandung banyak adegan 21+)"Ahhhh ... ya ... terus begitu, Tuan ... Sedot terus ... jadikan aku milikmu malam ini ..." rintih Rena semakin liar, jemarinya mencengkeram erat rambut tebal Raja.Rena gadis panti asuhan yang polos, berniat membalas dendam kepada Ibunya yang sudah membuangnya ke panti asuhan. Niatnya dimulai dengan cara menggoda Raja, suami dari anak Ibunya yang lainnya yang dirawat dan disayangi serta dikelilingi dengan kekayaan, kehormatan dan segalanya yang tidak pernah dirasakan oleh Rena. Namun semakin dalam Rena terlibat dengan Raja, semakin dirinya dihadapkan pada rahasia mengejutkan tentang kelahirannya dan tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Di lain sisi, malam-malam panasnya dengan Raja, membuat hati gadis itu mulai bimbang.

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal Dari Semuanya (21+)
Rena melangkah masuk ke dalam kamar pribadi majikannya. Malam ini, dia tidak mengenakan seragam pelayan abu-abu yang biasa dia kenakan. Malam ini pakaian yang melekat di tubuhnya jauh dari definisi seragam kerja. Rena mengenakan lingerie bertema maid yang dia buat sendiri, sengaja dibuat sangat vulgar dan menggoda. Gaun mini berbahan chiffon hitam transparan itu begitu tipis hingga seluruh lekukan tubuh dan kulitnya terlihat samar-samar di balik kain. Bagian roknya teramat pendek, hanya berupa lipisan kain lace berenda tipis yang sama sekali tidak menutupi apa pun. Namun, yang paling menarik perhatian gairah dari pakaian itu berada di area d**a. Desain lingerie tersebut memiliki potongan terbuka, yaitu sebuah lubang besar yang sengaja dibuat di bagian tengah d**a, membuat sepasang gunung kembar Rena yang montok tumpah ruah keluar tanpa halangan. Kedua pucuknya yang basah oleh rembesan cairan putih mencuat keluar secara vulgar dan polos, dipermanis dengan aksen pita putih kecil di sekelilingnya yang membuat kedua gunung kembar itu semakin menonjol. Di lain sisi, di tengah-tengah ranjang king size yang luas, Raja sang majikan, duduk terpaku dengan napas memburu. Pria itu menelan ludahnya sendiri, jakunnya naik-turun melihat pemandangan itu yang berjalan masuk ke ruangannya. Rena tersenyum menggoda. Dengan gerakan yang sengaja dibuat selambat mungkin, dia naik ke atas tempat tidur. Dia mulai merayap dengan anggun, merangkak mendekati Raja di atas seprai satin yang lembut. Setiap gesekan gerakannya disengaja untuk menyiksa sang majikan dalam gairah. Rena meliuk-liukan bokongnya yang terbalut kain lace tipis dan terekspos jelas di udara, sementara gunung kembarnya yang menggantung berat berayun-ayun bebas, memamerkan pucuknya yang terus-menerus mencuat dan mengeluarkan cairan putih bening. Raja menggeram rendah di tenggorokannya. Rahangnya mengeras hebat, berusaha menahan segala hasrat yang seakan akan segera meledak di dalam dadanya. Rena akhirnya tiba tepat di hadapan Raja. Dengan posisi berlutut, dia merangkak naik hingga duduk tepat di atas pangkuan sang CEO. "Apakah Tuan sudah siap ... meminum obat malam ini?" bisik Rena dengan suara serak, sensual, yang menggoda. Tanpa menunggu jawaban, Rena mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, menggesekkan bagian intimnya di atas tubuh Raja, sementara dadanya yang polos dia majukan hingga berada tepat di depan wajah pria itu. Rena dengan sengaja menggesek-gesekkan pucuknya yang basah ke pipi dan bibir Raja, menciptakan sensasi basah yang membakar saraf. "Hmmm ... rasakan ini, Tuan ... Obat mujarabmu ada di sini ..." desah Rena dengan suara bergetar manja, napasnya memburu menerpa wajah Raja. "Buka mulutmu Tuan ... nikmati cairan putih manisku sampai tetes terakhir..." Mendengar bisikan vulgar itu, gelombang nafsu yang membakar membuat mata Raja berubah gelap. Tanpa bersabar lagi, Raja langsung menerkam. “Eunghh ... ahhhh, ya Tuhan ... Tuan, pelan-pelan ...” desah Rena, melengkungkan punggungnya ke belakang saat remasan kuat mendarat di daging empuk payudaranya, membuat cairan putih menyembur keluar lebih deras. Raja tidak lagi memperdulikan apapun. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, langsung melahap pucuk yang menegang itu dengan rakus. Pria dingin yang biasanya angkuh itu kini seakan menjadi makhluk yang telah dikuasai nafsu buas. Dia mengenyot, menjilati lelehan cairan putih yang membasahi dagunya, lalu beralih menghisap kedua gunung kembar kanan dan kiri secara bergantian dengan isapan-isapan dalam yang menciptakan suara decapan basah di tengah kamar yang sunyi. "Ahhhh ... ya ... begini, Tuan ... Sedot terus susuku ... jadikan aku milikmu malam ini ..." rintih Rena semakin liar, jemarinya mencengkeram erat rambut tebal Raja, mendorong kepala pria itu semakin membenam ke dadanya, menikmati setiap kenikmatan yang disuguhkan. >> Satu bulan sebelumnya … Sebuah taksi melaju di tengah jalanan kota, bagi Rena lajunya terasa lamban di tengah padatnya lalu lintas kota. Dia duduk di kursi belakang, sambil menatap selembar kertas di tangannya, di sana tertulis sebuah alamat yang berada di kawasan perumahan elit. Dia memandangi tulisan itu dengan tanpa ekspresi apa pun. Namun beberapa detik kemudian, Rena mulai tersenyum tipis. Dia mengalihkan pandangan ke arah pengemudi di balik kemudi. "Pak, tolong antar saya ke alamat ini, ya," kata Rena dengan suara lembut dan tersenyum. Sopir taksi itu melirik dari kaca spion tengah, tersenyum ramah. "Siap, Nona. Sebentar lagi kita sampai." Mobil kembali melaju, dan bersamaan dengan deru mesin yang terdengar, ingatan Rena melayang mundur. Kembali ke masa sepuluh tahun lalu, saat hidupnya masih berpijak di balik dinding-dinding panti asuhan. "Ibu Surti, bolehkah aku bertanya sesuatu?" suara Rena kala itu, dia masuk dan bertanya dengan penuh keraguan yang dipendam bertahun-tahun. Ibu Surti, kepala panti yang telah merawatnya sejak kecil, meletakkan berkas di tangannya dan menatap Rena dengan penuh kelembutan. "Tentu, Nak. Ada apa?" "Dulu ... waktu aku masih bayi, apakah ada yang mengantarkanku ke sini? Orang tua kandungku, atau mungkin dari pihak lembaga tertentu? Aku hanya ingin tahu asal-usulku, Bu." Ibu Surti menghela napas panjang, sorot matanya terlihat sendu. "Dulu, ada seorang ibu muda bernama Windi Syahputri datang ke panti sambil menangis histeris, Rena. Dia mengaku tidak punya uang sama sekali, lalu meminta tolong agar anaknya boleh dititipkan di sini. Katanya, jika suatu hari nanti dia sudah punya kehidupan yang layak, dia pasti akan menjemput putrinya. Dan anak itu ... adalah kamu." Mendengar cerita itu, d**a Rena seketika bergemuruh. Sepuluh tahun lalu, dia begitu tersentuh. Dia percaya sepenuh hati bahwa ibunya bukanlah wanita kejam yang tega membuangnya. Ibunya hanya tidak punya pilihan karena kemiskinan, dan saat ini, wanita itu pasti sedang berjuang di suatu tempat demi dirinya. Keyakinan itu yang mendasari Rena berjuang dalam hidupnya. Dari hari itu, Rena belajar dengan mati-matian hingga berhasil meraih beasiswa penuh di sebuah SMA elit. Biaya sekolah di sana sangat mahal, namun dia membuktikan kemampuannya dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Sayangnya, jalan hidup tak selalu mulus. Pihak panti tak mampu menanggung biaya kuliahnya, dan dia juga gagal mendapatkan beasiswa universitas yang dia impikan. Entah kenapa, meski nilainya bagus selama sekolah, ternyata tak mampu membawanya masuk ke Universitas dengan beasiswa. Sambil menunggu kesempatan beasiswa lain datang, Rena memutuskan untuk bekerja. Dia ingin mengumpulkan uang, siapa tahu nanti dia bisa memberikannya pada sang ibu. Dengan begitu, ibunya tidak perlu lagi bersusah payah bekerja, dan mereka bisa menjalani kehidupan baru bersama. Rena terlena tanpa sadar sudah empat tahun bekerja di sebuah rumah makan yang akhirnya membuahkan hasil. Tabungannya cukup, dan tekadnya sudah bulat. Rena kembali menemui Ibu Surti untuk meminta izin mencari keberadaan ibunya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
2.1M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
836.5K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.1M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
386.8K
bc

Not just, the Beta

read
362.7K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook