Satu minggu kemudian .... "Sekarang ... saya akan buka balutan yang menutupi mata kamu. Kamu siap, Clara?" dokter bernama Sanjaya itu bertanya, melihat pasien cantik yang saat ini sudah mengangguk pertanda setuju. Clara tersenyum tipis. "Siap, dok." dokter muda itu langsung membuka kain kasa yang melingkar di antara kedua mata Clara. Renata, Rain, dan juga Reyhan yang ada di ruang rawat inap ini mulai berharap cemas dengan hasil operasi pencangkokan mata yang dilakukan untuk Clara. "Buka mata perlahan saja," kata dokter Sanjaya memperingati, dokter itu langsung berdiri di hadapan pasiennya. Sedangkan Clara langsung mengikuti ucapan sang dokter, dia membuka matanya dengan pelan. "Apa kamu bisa melihat saya?" dokter itu bertanya. "Belum terlihat jelas, dok." Pandangannya masih bura
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


