“Ikutlah. Akan saya perkenalkan kamu dengan bibi Matilda,” ucap Daxton memberi jarak. Tak memedulikan istrinya yang kaku ketika ditinggal masuk ke kamar. “Apa sih maunya?” batin Freya menghela napas, apa yang dia pikirkan saat ini? Daxton tetaplah pria arogan nan bengis. “Nama yang bikin aku penasaran. Sepenting apa orang itu sampai Daxton mengenalkan belakangan dan terkesan sangat spesial bahkan lebih spesial dari ibunya.” Tak mau membuat orang itu menunggu Freya pun bergegas masuk ke kamar tak lupa pula mengunci pintu balkon. Wanita itu berdiri di belakang suaminya yang sedang memakai jam tangan. Tinggal beberapa hari dengan Daxton membuat Freya paham bahwa aksesoris jam tak pernah lepas kecuali saat mandi. Hal itu menandakan sosok suaminya sangat menghargai waktu. "Sudah?" tanya Da

