18

3198 Kata

Ia tidak terlalu ingat pukul berapa dirinya jatuh terlelap dan menikmati debur suara ombak dari celah udara yang terbuka. Jendelanya tertutup. Ini adalah saran dari pihak hotel untuk mengurangi kasus pencurian yang mungkin saja terjadi tanpa mereka duga. Saat Helena membuka mata, yang ia lihat bukan pemandangan kamar sempitnya. Melainkan plafon hotel yang senada dengan warna air laut, kemudian pada televisi yang lupa ia matikan. Shit. Ini terdengar seperti pindah kamar menyenangkan. Mungkin, tidurnya akan terus berlanjut sebelum dirinya menemukan sosok yang mengetuk pintu kamar, membuatnya terlonjak dan jatuh berguling pada karpet berbentuk kerang laut. "Sial." Pagi-pagi, kepala terantuk kaki ranjang. Siluet sosok itu membelakangi matahari. Helena menarik napas, mengusap matanya dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN