52

1964 Kata

"Aku mendengar kalau kau bertemu ibumu. Elvan bilang padaku, dia mengundang ibunya untuk makan malam bersama." Edzard melirik sang kakak yang diam. Makan malam ini disponsori oleh sang ayah. Yang meminta mereka untuk datang ke rumah. Setelah koki menghidangkan makanan lezat, mereka mulai menyantap. Edzard membawa mobilnya untuk berbelok ke jalur lain. "Aku hanya ingin bertemu." "Bukan masalah," ada ketegangan menyelimuti sepanjang meja makan yang mendadak sunyi. "Aku tidak pernah mempersalahkan hal itu. Kau dan Elvan bebas menemui ibumu kapan pun kalian mau. Tidak terbatas hanya pada izinku." "Dulu kau tidak begitu." Suara besi sumpit yang beradu membuat atensi Edzard beralih. Dia menatap sorot pekat sang kakak yang tampak masam. Rupanya, Elvan kurang menyukai topik sensitif ini mengu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN