"Jadi, kau sebenarnya bisa memasak?" Pertanyaan konyol dari sang bos yang duduk, menonton anak buahnya berkutat di dapur bagaikan seorang ahli. Helena berusaha untuk tidak terprovokasi. Tapi melihat perubahan suasana hati yang berotasi begitu cepat, membuatnya kepayahan. Elvan telah kembali. Dalih sang tunangan yang kesepian, membuatnya harus pulang lebih awal. Setelah sesi tangisan anak kandung yang tersakiti, mereka bersikap bagai dua orang konyol yang lucu. Sisi lain dari sang bos yang bisa Helena tolerir. Setiap manusia punya sisi lain yang tidak akan mereka mempertontonkan pada dunia. Termasuk Helena. Yang kurang waras saat mabuk. "Ini bukan hal yang besar. Ibu sering membuatkan ini saat aku kedinginan." "Aku tidak kedinginan." "Oh. Apa kubuang saja?" Helena berbalik, bersiap m

