Lagi-lagi Helena harus menahan ringisan dalam hati. Kala mendapati mobil mahal milik sang bos bersampingan dengan sedan murah yang mesinnya sedang menangis meratapi usia. Bukan apa. Dari segi tubuh dan semua kelebihan, apalah dibanding mobil mahal keluaran dua tahun lalu. "Kau menungguku untuk masuk bersama?" Pria itu masih sempat-sempatnya bercanda di kantor. Edzard tampak tampan dengan setelan hitamnya. Seperti khas bos pada umumnya. Dia benar-benar mengagumkan dari segi fisik. Untuk soal kelakuan, Helena mungkin bisa membeberkan banyak minus. "Aku menunggu Alana," Helena mengendik pada sedan lain yang parkir di tempat seharusnya. Alana tidak mau mencari masalah dengan pamer di depan para sedan yang sering mati mesin. Saat Edzard menoleh, perempuan bermata cokelat madu dengan gaya ra

