Kamar, satu ranjang yang sama, dan hubungan rumit lebih dari sekadar atasan dan bawahan. Helena tidak bisa mengurai semua kalimat tanya itu dengan benar sampai Edzard mendorongnya untuk berbaring, terus menciumnya sampai semua permukaan bibirnya mati rasa dan bengkak. Ciuman Edzard bagai ekstasi yang membunuh. Membuat semua syarafnya lumpuh dan sesaat tidak bisa berkoordinir dengan otak dengan cepat. Edzard membuatnya lemah dan panas secara bersamaan. Pria itu terus mencium, menyesap apa pun dengan mulutnya di setiap kulit yang bisa dia jangkau. Helena merasakan napasnya berubah berat, kala rambutnya tergerai di atas bantal. Membiarkan mata sang pria menyala-nyala penuh hasrat. "Kau sangat cantik." Seumur-umur, Edzard bukan orang pertama yang menyebutnya begitu. Urutan pertama ada oran

