Ketika Helena sampai di lantai timnya berada, ia dikejutkan dengan buket bunga asing yang terletak di atas meja. Kubikelnya tampak penuh. Padahal sudah sempit dan ini menyebalkan kalau dia mendapat prank karena harus membersihkan meja kerjanya sendiri. "Oh, s**t. Astaga. Siapa yang menaruh—," "Helena, selamat pagi. Ada kiriman bunga untukmu. Resepsionis bawah yang mengantar," ujar Abel, mendongak dari mejanya dengan senyum lebar. Kubikel Kalila dan Sai masih sepi. Ini belum jam masuk. Helena datang lebih cepat dengan alasan klasik; dia tidak bisa tidur. Terima kasih Edzard dan ciumannya. Berkat kejadian naas semalam, ia mati rasa. "Dari?" Bahu Abel terangkat. "I don't know. Aku belum sempat memeriksa karena ada pekerjaan baru. Coba kau lihat." "Oke." Langkahnya semakin yakin berjala

