"Semoga sukses." Senyuman senior sekelas Sai tidak mampu membuat Helena tenang. Yang ada dia mual, perutnya serasa dipilin dan ingin bergegas mencari kamar mandi. Ingin rasanya tenggelam dalam bak mandi kalau begini caranya. Ide dedemit gila itu berujung petaka. Edzard marah-marah tidak jelas hanya karena typo yang sebenarnya tidak membuat mata buta, tetapi berhasil membuat si pembunuh suasana kesal dan hampir melempar berkas malang itu ke luar jendela. Kalila sampai tidak bisa bersuara. Abel hanya diam. Bagai patung selamat datang. Dan Sai hanya membeku, seperti kangkung kurang air. Semua masalah akhirnya ditimpa pada Helena. Junior manis yang tidak pernah membantah tapi suka membuat kesal bosnya. Helena tidak ingin diinjak lagi. Jadi ia melemparkan kertas itu ke wajah Edzard dan perg

