Seandainya ada seseorang atau sesuatu yang bisa menghentikan pernikahan Zac dan Lena besok, Zoe akan sangat berterima kasih pada hal tersebut. Ia tidak pernah menginginkan sesuatu sebesar ini setelah kematian orangtuanya dan ingin mereka kembali. Bahkan jika bisa meminjam tongkat sihir Harry Potter, ia akan meminjamnya dan mengubah Lena menjadi seekor katak.
Zoe tahu Zac bahagia dengan pernikahan itu hanya karena bayi yang dikandung Lena. Ditambah kenyataan bahwa dirinya dan Lena tidak cocok, itu akan menjadi satu hal yang sulit untuk Zac.
Di masa depan, akan banyak momen canggung jika mereka harus berada dalam satu ruangan dalam acara keluarga. Dan itu pasti akan terjadi karena walau bagaimanapun, nenek sihir itu akan menyandang nama Miller besok.
Kemarin, dirinya dan Lena bertengkar hebat. Wanita itu tetap menginginkannya untuk menjadi bridesmaid dengan memakai gaun kuning jelek yang telah dipilihkannya itu. Sementara Zoe juga tetap pada pendiriannya untuk tidak akan ikut andil dalam pernikahan mereka.
Bukan hanya karena baju, tetapi ada banyak hal yang membuatnya muak. Dan terutama, dia tidak akan sanggup mendengar ikrar sehidup semati yang akan mereka ucapkan di altar besok. Dirinya tidak bisa berbahagia untuk Zac meskipun kakaknya itu akan menjadi seorang ayah.
Lena marah besar dan mengeluarkan seribu satu macam makian kepadanya. Zac yang membela Zoe, malah akhirnya bertengkar dengan Lena. Jika saja pernikahan mereka batal karena pertengkaran itu, Zoe pasti akan sangat bersyukur. Namun sayangnya, tidak terjadi apa-apa sesudah itu. Ketika Zoe bertanya, Zac tetap pada pendiriannya untuk menikah dengan Lena.
Apa sih yang Zac sukai dari nenek sihir macam Lena? Oke, dia memang cantik, tapi attitude wanita itu benar-benar minus. Bicaranya kasar dan wanita itu sangat bossy. Zoe tidak berani membayangkan kehidupan macam apa yang akan Zac alami kelak. Itu pasti amat sangat mengerikan.
“Apa yang kau katakan pada Byron??” Lena membentaknya dan menarik rambut Zoe dengan kasar.
“Apa-apaan kau ini??” Zoe balas membentak. Ia baru saja keluar dari kamarnya dan sudah disambut tuduhan semacam itu? Wanita ini kenapa sih selalu mencari masalah dengannya?
“Kau ingin mengacaukan pernikahanku kan?” Lena melotot dan berkacak pinggang.
Oh, itu adalah daftar teratas keinginanku, Jalang!
“Lena, kau ini kenapa?” Zac datang dengan mata merah karena mengantuk.
“Adikmu ini,” Lena menunjuk jarinya yang runcing pada Zoe, “pasti yang menghasut Byron untuk tidak menjadi best man-mu.”
Zoe melongo mendengarnya. Apa? Byron mundur? Tetapi kenapa?
“Sayang, bukan salah Zoey. Byron sendiri yang mengatakannya padaku tadi malam,” ucap Zac dengan sabar.
Zac bertemu Byron tadi malam?
“Tetapi Byron tidak mungkin sejahat itu padaku!!” Lena menghentak-hentakkan kakinya dengan marah. “Jika tidak ada yang menghasutnya, dia tidak akan mundur!” Lena melotot pada Zoe, tetap menuduhnya dari pandangan mata itu.
“Lena, tenanglah, kau sedang hamil.”
Zoe mencibir mendengarnya. Bahkan suara Zac yang menenangkan wanita itu, terdengar sangat penuh cinta. Apa itu artinya Zac sangat mencintai perempuan itu atau karena Zac sangat mencintai bayinya? Zoe harap itu yang kedua, karena jika alasan Zac adalah yang pertama, dia pasti akan sangat membenci Zac walaupun pria itu adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki.
Zac mengusap punggung Zoe dengan lembut setelah Lena menyingkir dari depan kamarnya dengan marah dan menyumpah-nyumpahi Zoe. “Lena hanya stress. Tolong dimaklumi ya?”
Zoe menatap mata Zac yang tampak begitu lelah. Kakaknya itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Zac biasanya selalu tampan dan bersih. Namun lihatlah sekarang, Zac tampak seperti lima tahun lebih tua dari usianya.
Zoe mendekat dan memeluk pinggang Zac. “Zac, aku hanya ingin kau bahagia. Kau satu-satunya yang aku miliki di dunia ini.”
Zac tersenyum dan mencium rambutnya. “Aku akan bahagia, Baby. Percayalah padaku.”
Tentu saja Zoe ingin percaya bahwa Zac akan bahagia. Akan tetapi, saat Lena ada dalam konsep bahagia itu, rasanya sangat tidak masuk akal. Tuhan, berikan mukjizatmu malam ini. Berikan hujan badai atau apapun yang bisa mengacaukan pernikahan mereka besok.
“Pergilah sarapan. Aku akan mandi dulu.” Zac menciumnya lagi dan pergi dari depan kamar Zoe.
Zoe masuk ke kamar dan menyambar cardigan tipis untuk menutup tank top yang dipakainya, lalu keluar lagi dari kamar. Ia tidak berniat untuk sarapan di rumah ini. Lebih baik jika ia membantu Ana dan Frank di toko, lalu mungkin bisa bertemu Byron dan menanyakan kebenaran yang membuat Lena mengamuk pagi ini.
Kaki Zoe baru akan memasuki rumah besar saat ia mendengar percakapan itu. Dua orang wanita yang sedang mengobrol yang Zoe kenal sebagai suara Lena dan Lily.
“Dia sudah bukan siapa-siapa lagi untukmu, Lena. Biarkan saja dia berbuat semaunya.”
“Tapi aku merasa terhina, Lily! Apa ia pikir, dirinya itu keren sekali karena telah menjadi bintang film?”
Apa mereka sedang membicarakan Byron?
“Tetapi Byron memang keren. Dan kau lihat badannya? Dia sangat seksi sekarang. Kau tidak menyesal putus dengannya?”
Apa? Putus? Lena dan Byron? Maksudnya? b******k! Apa-apaan ini? Permainan macam apa yang telah dimainkan Byron dan Lena?? Jadi mereka dulu sepasang kekasih???
“Oh, aku sangat menyesal, Lily! Jika aku tahu dia akan terkenal dan kaya raya, aku tidak akan memutuskannya. Dan kalau bukan karena bayi sialan ini, aku tidak akan terjebak dengan pernikahan konyolku dengan Zac.”
Zoe tidak tahan lagi. Dia menendang pintu ruangan itu hingga terbuka lebar dan dua gadis itu menoleh dengan kaget.
“Apa-apaan kau ini?? Kau menguping??” Suara Lena melengking seperti biasanya.
“Pernikahan konyol? Kau bilang menikah dengan kakakku adalah hal konyol??”
Lena tidak merasa malu atau takut karena Zoe mengetahuinya. Seperti biasanya, dia berdiri dengan pongah dan menantang.
“Ya. Ini semua kesalahan yang seharusnya tidak terjadi, dan ini semua salah kakakmu! Aku benci bayi ini!!”
Tangan Zoe melayang tepat mengenai pipi Lena. Dia sudah terlalu marah. Wanita ini benar-benar harus diberi pelajaran. “Ini salah kalian berdua karena melakukannya!” Zoe berteriak. Tidak peduli semua orang di rumah itu, kini melihat mereka berdua.
“Tetapi jika kakakmu memakai pengaman sialan itu, aku tidak akan hamil!”
“Lena!” Zac muncul dari samping dengan raut muka marah. Dia menatap Zoe dan Lena bergantian. “Apa-apaan kalian berdua ini?”
Zoe menatap kakaknya dengan amarah yang masih merajai dalam dirinya. “Tanyakan pada calon istrimu ini, Zac! Dia memang wanita gila!”