"Semuanya akan segera usai jika kau ingin selamat!" ucap sebuah suara tegas namun penuh ancaman. Pisau kilat tajam bahkan tengah berada di tangan kekarnya, yang siap kapan saja untuk mengoyak. "Kau tinggal berkata dengan siapa kau bekerja! Maksudku, siapa yang selalu kau bantu selama satu setengah tahun ini," sambungnya dengan senyum seringai. Senyum yang sangat di takuti oleh siapa pun. "Kau tak lupa bukan dengan rekanmu yang telah tewas beberapa minggu yang lalu?" Lelaki di depannya hanya menatap tajam sekilas dan memalingkan mukanya cepat. "Aku lebih memilih mati, bagaimana menurutmu Tuan?" "Aku senang jika begitu. Tanganku tak perlu berlama-lama menyiksamu." Lelaki yang terduduk dengan tangan serta kaki terikat hanya bergidik ngeri menyaksikan tatapan tajam lelaki di depann

