Flashback on Dua lelaki kakak beradik itu hanya menatap gundukan tanah merah di depannya dengan nanar. Mata keduanya sama-sama menatap nyalang penuh amarah. Air mata keduanya bahkan telah mengering tak bisa lagi untuk menitihkan meski hanya setetes. Mengembuskan napas berat, lelaki dengan corak tato di lengannya memandang adik satu-satunya dalam diam. Wajahnya kusut dengan lingkar hitam yang tercetak jelas. Tak jauh beda dengan dirinya. "Kita akan membalasnya bukan?" tanyanya masih dengan menatap gundukan tanah di depannya. Jery hanya menggeleng pelan. "Tidak!" Tegasnya. Membuat lelaki tampan itu menoleh. Menautkan kedua alisnya, tak mengerti dengan jalan pemikiran kakaknya. "Tidak untuk saat ini Jason. Kita akan bergegas ke Kanada. Aku harus menemui sahabatku." Tangannya t

