"Selidiki semuanya aku bilang. Jangan membantahku! Kalian begitu bodoh hanya menyelidiki hal sepele tapi kalah dalam bertindak. Aku tak mau tahu, apapun caranya selidiki semuanya sebelum peluruku bersarang dikepala kalian!" Melempar ponsel pintarnya dan menatap tajam ke arah depan. Kedua bola matanya menggelap menandakan amarahnya memuncak. Rahangnya terkatup rapat. "Jadi kau yang selama ini membantunya? Cih, kau benar benar penghianat!" cercanya pelan namun jelas membuat siapa pun yang mendengar itu akan ketakutan. "Kau mengantarkan nyawa lebih cepat padaku!" "Sudah aku peringatkan! Aku tak segan-segan membunuh siapa pun yang mengkhianatiku." Orang itu hanya diam dan tak bersuara sama sekali. Tenaganya habis terkuras untuk melawan pertarungan beberapa jam yang lalu. "D

