Badannya kembali di seret dengan cengkeraman kuat di rambutnya. Membuatnya harus menahan rasa sakit, lagi. Di bawa masuk kedalam ruang gelap serta bau tajam yang tak bisa di jabarkan. "Aku sudah memperingatkanmu. Namun kau dengan enteng mengabaikanku. Jadi hanya dengan cara ini yang bisa aku lakukan agar kau segera pergi dari dunia ini. Oh, apa kabar yang didalam perut itu." Kaki jenjangnya dengan keras menendang perut gadis itu hingga sebuah bunyi terdengar. "Harusnya spermanya itu yang tertanam dirahimku. Bukan rahim wanita jalang sepertimu." Gadis bermata cokelat terang itu hanya memegangi perutnya kuat-kuat. Air matanya sudah lebih dulu mengalir dengan menggigit bibir bawahnya kuat, sehingga meninggalkan bekas kemerahan. Menahan sakit juga tangis. "Kumohon bertahanlah s

